Studi Kelayakan Daerah Aliran Sungai Rea, Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata

Studi Kelayakan Daerah Aliran Sungai Rea, Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata

  • Enida Fatmalia Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Mataram
  • Junaidi Efendi Fakultas Teknik Universitas Cordova Indonesia
Keywords: DAS Rea, Kualitas Air, Ekowisata

Abstract

DAS Rea merupakan salah satu daerah aliran sungai yang terletak di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat dengan panjang ±21,55 km. Oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, melalui BAPPEDA Kabupaten Sumbawa Barat merencanakan DAS ini menjadi salah satu Ekowisata yang diharapkan dapat membantu ekonomi sosial masyarakat sekitar  DAS dan Kabupaten Sumbawa Barat secara umum. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan hal ini perlu dilakukan studi kelayakan terhadap kualitas lingkungan DAS, salah satunya adalah studi kelayakan kualitas air sungai DAS Rea ini. Pentingnya pemeriksaan kualitas air sungai karena air sungai merupakan komponen penting dalam keberlangsungan ekosistem sungai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kelayakan Air Sungai DAS Rea yang direncanakan akan menjadi Ekowisata oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di sepanjang DAS Rea dengan 4 titik pengambilan sampel air sungai dan diuji di Laboratorium Biologi dan Kimia Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Mataram dengan  6 (enam) parameter uji yaitu pH, TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Total Dissolved Solid), COD (Chemical Oxygen Demand), Merkuri (Hg), dan Total Coliform. Hasil Uji Kuliatas Air Sungai menunjukkan kualitas air sungai DAS Rea pada parameter COD (Chemical Oxygen Demand) dan Total Coliform melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI Kelas 2, kadar COD di seluruh titik sampling berkisar antara dari 50-60 mg/L dengan baku mutu 25 mg/L, dan Total Coliform di seluruh titik sampling berkisar antara 1.100-24.000 MPN/100 ml dengan baku  mutu 5.000 MPN/100 ml. Hal ini disebabkan oleh aktivitas di sekitar DAS seperti pertambangan pasir, aktivitas yang menghasilkan limbah domestik dan tambak ikan. Hal ini perlu perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat agar membenahi dan melakukan pengendalian pencemaran lingkungan DAS mengingat DAS ini direncanakan sebagai salah satu Ekowisata di Kabupaten Sumbawa Barat.

References

Anggira, Ari. Manahu, K. Rasyidah. 2020. Uji Bakteri Eschericia coli pada Air Sungai Piam di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Jurnal Klorofil Vol. 4 No. 2, 2020: 6-10.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa Barat. (2021). Kabupaten Sumbawa Barat dalam Angka 2021 (Sumbawa Barat Regency In Figures 2021. BPS: Kabupaten Sumbawa Barat
Christiana, R., Anggraini, I.M., Syahwanti. H. 2020 Analisis Kualitas Air dan Status Mutu Serta Beban Pencemaran Sungai Mahap di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat. Jurnal Serambi Engineering, Volume V, No. 2, April 2020 hal 941 – 950.
Djuwendah, E, Tuhpawana P ,Yosini D, Sri Fatimah, Lucyana, 2018. Kajian Potensi Ekowisata Dalam Menunjang Pengembangan Wilayah Pada Sub DAS Cikandung Dan Kawasan Gunung Tampomas Kabupaten Sumedang. Jurnal Agribisnis Terpadu, Juni 2018 Vol. 11 No. 1.
Fatmalia, E. 2018. Analisis Cacing Sutera (Tubifex Tubifex) Sebagai Bioindikator Pencemaran Air Sungai Gorong Lombok Tengah. Jurnal Pijar MIPA, Vol. 13 No. 2, September 2018: 132 – 136.
Mardhia, Dwi & Abdullah, Viktor. 2018. Studi Analisis Kualitas Air Sungai Brangbiji Sumbawa besar. Jurnal Biologi Tropis UPT Mataram University Press, 18 (2): 182-189.
Pemerintah Republlik Indonesia. 2021. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Republik Inndonesia: Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengendalian dan Pengelolaan Pencemaran Lingkungan Hidup. Republik Inndonesia: Jakarta.
Pohan. D. A. S, Budiyono, Syafrudin. 2016. Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan. Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana UNDIP: JURNAL ILMU LINGKUNGAN. Volume 14 Issue 2(2016): 63-71.
Pratiwi. A. D., Widyorini. N., Rahman, A. 2019. Analisis Kualitas Perairan Berdasarkan Total Bakteri Coliform Di Sungai Plumbon, Semarang. JOURNAL OF MAQUARES Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019, Halaman 211-220.
Pratiwi, L. P.K. 2018. Potensi Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan Di Daerah Aliran Sungai Ayung (Studi Kasus Tukad Bindu, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur). Jurnal Sosial Ekonomi, Pertanian dan Bisnis. Vol.12 No.1 Desember 2018.
Rizqan A, Mahyudin, I., Rahman, M., Hadie, J. 2016. Status Kualitas Air Sungai Sekitar Kawasan Penambangan Pasir Di Sungai Batang Alai Desa Wawai Kalimantan Selatan. EnviroScienteae Vol. 12 No. 1, April 2016 Halaman 1-6 p-ISSN 1978-8096 e-ISSN 2302-3708.
Widiyanto, A.F., S. Yuniarno dan Kuswanto. 2015. Polusi Air Tanah Akibat Limbah Industri dan Limbah Rumah Tangga. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2): 246-254.
Published
2021-08-31