PEMETAAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI PADA SUMUR GALI MENGGUNAKAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASBAGIK BARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR

MAPPING OF ESCHERICHIA COLI CONTENT IN DUG WELLS USING A GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS MASBAGIK BARU, EAST LOMBOK DISTRICT

  • Muhamad Majdi Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Mataram
  • Hijriati Sholehah Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Mataram
Keywords: Pemetaan, Sumur gali, Global Positioning System, Geographic Information Syatem

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) kebutuhan air masyarakat di negara-negara maju memerlukan air antara 60-120 liter/orang/hari, sedangkan di Indonesia memerlukan air antara 30-60 liter/orang/hari. Berdasarkan tempat tinggal baik di perkotaan maupun di pedesaan sumber utama air untuk minum cukup bervariasi, di perkotaan rumah tangga menggunakan air dari sumur bor/pompa 32,9%, air PDAM 28,6%, sedangkan di pedesaan lebih banyak menggunakan sumur gali terlindung 32,7%. Pada hakekatnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya namun dalam banyak hal air yang digunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan karena air tersebut sering ditemukan mengandung bibit penyakit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit. Adanya Eschericia coli pada air menandakan bahwa air tersebut tidak layak dikonsumsi. Eschericia coli dalam air berasal dari pencemaran atau kontaminasi dari kotoran manusia dan hewan sehingga dapat menyebabkan penyakit gangguan buang air besar yang biasa disebut diare. Hampir 70% masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Masbagik Baru memanfaatkan sumur gali sebagai sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sedangkan sumur gali milik masyarakat sebagian besar berdekatan dengan sungai, kandang ternak, dan septictank. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menyajikan data dan distribusi sumur gali yang banyak mengandung bakteri Eschericia coli dan akan dipetakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September- November 2020 di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 sumur gali yang ditentukan dengan metode purposive sampling, dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti. Metode penelitiannya Observasional menggunakan desain Crossectional yang diperkuat dengan hasil pemetaan sumur gali berdasarkan data Global Positioning System dengan menggunakan Geographic Information System. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk output berupa peta. Hasil penelitiannya yaitu sebaran sumur gali diwilayah kerja puskesmas masbagik baru yang tinggi kandungan bakteri Eschericia coli berjumlah 34 sumur gali (63%) yang terdiri dari 15 sumur gali di desa masbagik timur, 7 sumur gali di desa masbagik utara, dan 12 sumur gali di desa masbagik utara baru. Sedangkan yang rendah kandungan bakteri Eschericia coli berjumlah 20 sumur gali (37%).

References

Amaliah, L. 2017. Analisis Hubungan Faktor Sanitasi Sumur Gali Terhadap Indeks Fecal Coliform Di Desa Sentul Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang. Skripsi. Banten : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Aramana, I.Y.T., Kawatu, P.A.T., Ratag, B., Umboh, J.M.L. 2013. Gambaran Kualitas Fisik Dan Bakteriologis Air Serta Kondisi Fisik Sumur Gali Di Kelurahan Bitung Karangria Kecamatan Tuminting Kota Manado. Jurnal, Hal. 1-7. Manado : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.
Azwar, A. 2012. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber Widia.
Bambang, A.G., Fatimawali, Kojong, N. 2014. Analisis Cemaran Bakteri Coliform Dan Identifikasi Eschericia Coli Pada Air Isi Ulang Dari Depot Di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi, Hal. 3(3). Manado : Universitas Sam Ratulangi.
Boekoesoe, L. 2010. Tingkat Kualitas Bakteriologis Air Bersih Di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Jurnal Inovasi, Vol. 7, No. 4, Hal : 240-251.
Carrel, M., Escamilla, V., Messina, J., Giebultowicz, S., Winston, J., Streat eld, K.P., Emch, M. 2011. International Jurnal of Health Geografik, Hal. 10(41).
Chandra, B. 2012. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Departemen Kesehatan RI. 2010. Kriteria Air Keperluan Rumah Tangga; Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Entjang, I. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Citra Aditya Bakti.
Ginting, R.M. 2008. Hubungan Tingkat Resiko Pencemaran Terhadap Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2006. Skripsi. Sumatera Utara : Universitas Sumatera Utara.
Hasnawi, H. 2012. Pengaruh Konstruksi Sumur Terhadap Kandungan Bakteri Escherichia Coli Pada Air Sumur Gali Di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol. Skripsi. Gorontalo : Universitas Negeri Gorontalo.
Kemenkes RI. 2017. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kusnoputranto, H. 1997. Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Nurochmah, E. 2017. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Jarak Sumber Ke Sumber Pencemar Dengan Kejadian Diare Di Desa Sruni Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro Semarang.
Nazar, H., Kasry, A., Saam, Z. 2010. Kebijakan Pengendalian Pencemaran Sumber Air Bersih Perumahan Sederhana Di Kota Pekan Baru (Kasus Di Kecamatan Tampan). Journal of Enviromental Science, Vol. 1, No. 4, Hal : 1-18.
Prajawati, R. 2008. Hubungan Konstruksi Dengan Kualitas Mikrobiologi Air Sumur Gali (Studi kasus Di Desa Muara Putih Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan). Ruwa Jurai, Vol. 2
Radjak, N.F. 2013. Pengaruh Jarak Septictank Dan Kondisi Fisik Sumur Terhadap Keberadaan Bakteri.
Sengupta, C., Rita, S. 2013. Review Article : Understanding Coliforms-A Short Review. International Journal of Advance Research, Hal. 1(16-25).
Suyono., Budiman. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Tendean, N.H. 2015. Hubungan Antara Jarak Sumber Pencemar Dengan Kandungan Bakteri Coliform Pada Air Sumur Gali Di Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan. Skripsi. Manado : Universitas Sam Ratulangi.
World Health Organization (WHO). 2019. Eschericia Coli. Diakses Pada Tanggal 5 Agustus 2019. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs125/en/.
Published
2021-01-31
Section
Articles